You must have JavaScript enabled in order to use this theme. Please enable JavaScript and then reload this page in order to continue.

Sistem Informasi Desa Sukaraya

Kec. Bone-Bone, Kab. Luwu Utara, Prov. Sulawesi Selatan
Info

Sejarah Desa


Desa Sukaraya merupakan desa transmigrasi. Awal mula sebelum menjadi sebuah desa, adalah hutan belantara yang berada di wilayah Kabuparten Luwu, Provinsi Sulawesi Selatan. Pada masa Pemerintahan Presiden Soeharto (orde baru) Tahun 1971 diadakan Program Transmigrasi.

Menilik periode 1973 hingga 1980-an dimana terjadi fenomena meningkatnya petani di Jawa yang tidak memiliki lahan pertanian maka akan sulit untuk meningkatkan produksi pangan dan komoditas ekspor. Pada periode tersebut petani di Jawa yang tidak memiliki lahan bertambah dari 3,2 % menjadi 14,9% sedangkan petani yang mempunyai lahan kurang dari 0,5 hektar meningkat dari 45,7% menjadi 63% (Hidayat, 2008).

Transmigrasi dianggap sebagai solusi untuk memperdayakan petani-petani jawa yang tidak memiliki lahan pertanian atau memiliki lahan pertanian di bawah 0,5 hektar. Transmigrasi juga dianggap sebagai ujung tombak untuk mencapai swasembada pangan khususnya memproduksi beras (Budiardjo, 1986). Pembukaan wilayah transmigrasi diperluas ke wilayah Kalimantan Barat, Kalimantan Selatan, Sulawesi bahkan Papua. (Budiardjo, 1986).

Sekitar tahun 1971, datanglah para transmigran dari Pulau Jawa ke Sulawesi. Salah satunya di wilayah Kabupaten Luwu, termasuk di dalamnya Desa Sukaraya. Transmigrasi yang dilakukan di Desa Sukaraya melalui tiga tahapan pada tahun yang sama. Tahapan pertama dibawahi oleh kepala Yunit Bapak Kasno serta koordinator Bapak D Hartoyo, Tahapan kedua dikoordinatori oleh Bapak Sudiono dan tahapan ketiga di kordinatori oleh Bapak Munawar. Dari tahun 1971-1980-an, Desa Sukaraya masih berbentuk kelompok-kelompok koordinator. Kemudian pada tahun 1979-1981 sudah berbentuk PJS ( Pemerintahan Pejabat Sementara). Sampai akhirnya, pada tahun 1982 diadakanlah Pemilihan Kepala Desa Pertama. Dan yang terpilih adalah Bapak Abd Salam D.

Bagikan artikel ini:

APBDes 2019 Pelaksanaan

Rp1,657,327,899 Rp1,944,356,000
85.24%
Rp725,450,000 Rp763,950,000
94.96%
Rp12,435,000 Rp73,636,000
16.89%

APBDes 2019 Pendapatan

Rp10,567,899 Rp12,678,000
83.36%
Rp78,960,000 Rp150,678,000
52.4%
Rp0 Rp1,000,000
0%
Rp1,567,800,000 Rp1,780,000,000
88.08%

APBDes 2019 Pembelanjaan

Rp560,000,000 Rp560,000,000
100%
Rp115,000,000 Rp125,000,000
92%
Rp50,450,000 Rp78,950,000
63.9%